Ketua DPD Partai Golkar Pemalang Menjawab Seputar Cawabup Pilkada 2020

Beritaharianpemalang.com – Tahapan penjaringan dan penetapan HM. Eko Priyono sebagai bakal calon Wakil Bupati Pemalang dari Partai Golkar berpasangan dengan HM. Agus Sukoco dari PDI Perjuangan sudah melalui mekanisme partai yang benar.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPD Partai Golkar, Kabupaten Pemalang, HM. Rois Faisal dalam rapat konsolidasi partai yang digelar oleh Partai Golkar di sekertariatnya jalan Pemuda pada Selasa (25/2/20) siang.

Dalam kesempatan tersebut Rois mengatakan, rapat konsolidasi ini bersifat urgent, alasannya adalah adanya isu yang berhembus bahwa dirinya telah memanipulasi proses penjaringan calon Wakil Bupati Pemalang untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

baca juga :

Kader Golkar, Tolak Berkoalisi Dengan PDIP Usung Pasangan Agus Sukoco dan Eko Priyono Di Pilkada 2020

“Ya, ini sangat penting, kita buka saja, supaya kader dan masyarakat tahu kebenarannya seperti apa, bahwa ada isu saya sudah menerima sejumlah uang dari Eko Priyono dan itu tidak benar sama sekali,” tegas Ketua DPD Golkar Rois Faisal.

Rois juga mengatakan, Eko Priyono sudah pernah berkiprah di Partai Golkar, memang dia sempat bergabung dengan partai lain. Akan tetapi, dia kembali bergabung dengan Partai Golkar dan menduduki posisi sebagai Wakil Ketua Bidang UMKM.

“Nah, sesuai dengan arahan dan kebijakan ketua umum DPP Partai Golkar, mandat sebagai cawabup Pemalang yang akan digelar pada 23 September 2020 diberikan kepada Eko Priyono (EP), mendampingi Agus Sukoco, calon bupati dari PDI – Perjuanhan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rois juga memberikan apresiasi kepada PDI – Perjuangan, menurutnya, dengan jumlah kursi yang dimilikinya, PDI -P sebenarnya bisa mengusung pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati sendiri, akan tetapi, PDI – P mengajak berkoalisi dengan Partai Golkar dengan memberikan calon wakil bupati.

“Ini kan sebuah perlakuan yang luar biasa terhormat, dan sebagai ketua DPD Golkar Pemalang bahwa dirinya kerap berada pada posisi yang sulit oleh karena itu saya meminta kepada para kader untuk memahami bahwa pimpinan pusat mempunyai kebijakan dan strategi untuk membesarkan partai dan kita tunggu saja undangan untuk mengambil rekomendasi dari pusat dan bagaimanapun inilah dinamika politik kita, suka tidak suka, kita harus memberikan dukungan penuh apapun keputusan pusat, jita sama-sama tahu, tidak ada satupun keputusan yang bisa memuaskan syahwat politik setiap kader partai,” pungkasnya.

(Tris / Joko Longkeyang )