Diprotes Warga, Akhirnya Sistem Satu Arah Di Pemalang Ditunda

Beritaharianpemalang.com – Dinas perhubungan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah secara resmi memutuskan Sistem Satu Arah ( SSA ) di jalan Jendral Sudirman Pemalang untuk sementara waktu ditunda pelaksanaannya.

Keputusan tersebut diambil setelah mengadakan rapat evaluasi di Kantor Dishub Pemalang pada Senin (24/02/2020) yang dihadiri oleh Ketua Komisi B DPRD Pemalang Fahmi Hakim, Sekda Pemalang diwakili oleh Asisten II Eko Edi Prihastanto, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pemalang, Dinas Perkim Kabupaten Pemalang, Polres Pemalang, Lsm, masyarakat pemilik toko di jalan Jendral Sudirman, dan awak media.

Asisten II Sekda Kabupaten Pemalang Eko Edi Prihastanto

“Setelah kita melakukan uji coba SSA selama satu bulan, maka kami mengevaluasi dan memperhatikan banyaknya masukan dari masyarakat oleh karena untuk sementara SSA ditunda terlebih dahulu sambil menunggu pembenahan sarana dan prasarana yang akan disiapkan oleh DPU dan Perkim Kabupaten Pemalang “, kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pemalang Ahmad Fatah.

Masih kata Ahmad Fatah, dinas perhubungan sebagai kepanjangan tangan Pemda Kabupaten Pemalang dan Polres Pemalang selaku pelaksana SSA akan mengaktifkan lagi program SSA sampai infrastruktur pendukung semuanya sudah siap seperti yang diusulkan masyarakat Pemalang seperti boulevard atau median jalan tengah dibongkar yang nantinya sepanjang SSA Jenderal Sudirman tertata dengan bagus.


“Ketika sarana dan prasana semuanya sudah siap maka SSA akan kami berlakukan kembali, dan akan kami berlakukan dari pertigaan Beji, yang dari arah timur ketika mau ke kota Pemalang di pertigaan Beji akan diarahkan ke jalan Kol. Sugiono yang sampai ke Sirandu ,”imbuh Kadishub Pemalang.

Hal senada dengan Kadishub, Ketua Komis B, DPRD Kabupaten Pemalang, Fahmi Hakim mengatakan program SSA bukan kepentingan politik, tetapi murni program pemerintah Kabupaten Pemalang agar kedepan ada perbaikan perekonomian di tingkat perkotaan, sehingga semua pihak harus melaksanakannya apalagi program SSA ini sudah kami kaji sejak tahun 2016.

“Pemda Pemalang wajib mengakomodir kepentingan warga masyarakat, dan ketika melaksanakan program SSA pemda Pemalang juga harus bertanggungjawab baik dalam perencanaan sarana dan pembangunan infrastruktur lainnya termasuk jalan untuk disbilitas pembuatan SSA adalah bukan program yang lakukan tanpa kajian, namun kami sudah melakukan kajian sejak tahun 2016 dan oleh Pemda Pemalang baru bisa diuji cobalan pada Januari 2020,”terang Fahmi Hakim.

Sebetulnya uji coba SSA akan dilanjutkan pada tahap yang kedua yaitu diperpanjang sampai pertigaan lampu merah Bank BCA namun masyarakat keberatan dikarenakan infrastruktur pendukung SSA belum dipersiapkan sehingga malah akan menimbulkan kesemrawutan lalulintas.
Dan berbagai usulan diajukan oleh para peserta rapat, salah satunya yang diungkapkan oleh ketua LSM Perlindungan Konsumen Kabupaten Pemalang Prayitno.

“Sebaiknya untuk uji coba SSA tahap ke dua yang rencana jalurnya sampai ke pertigaan lampu merah BCA ditunda terlebih dahulu sampai pemerintah Kabupaten Pemalang menyiapkan jalan sesuai dengan masukan dari masyarakat baik dari sarana, prasana maupun infrastruktur lainnya,”jelas Prayit.

Statemen dari ketua LSM Perlindungan konsumen mendapat aplus dan dukungan dari para peserta rapat yang pada umumnya adalah para pedagang yang mempunyai toko di jalan Jendral Sudirman.

Setelah mendengarkan berbagai usulan dan evaluasi selama satu bulan pelaksanaan SSA, maka Pemda Kabupaten Pemalang diwakili oleh Asisten II bidang ekonomi pembangunan Eko Edi Prihastanto (EEP) memutuskan pelaksanaan Sistem Satu Arah (SSA) tetap dijalankan, “Sistem Satu Arah ( SSA ) tetap dijalankan namun mengingat sarana, prasarana dan infrastruktur lainnya belum siap, maka untuk sementara waktu sesuai dengan kesepakatan rapat bersama hari ini Rabu (24/02/2020) bertempat di aula Dishub Kabupaten Pemalang disepakati SSA kami tunda,”pungkas Eko Edi Prihastanto. (Joko Longkeyang )